Logo DBX
Tech Sharing · Tim Engineering

Database + server.
Satu app.

Kenapa tim kita pindah dari Termius + DB client terpisah ke DBX — dan gimana pakainya dengan aman.

SStory

Satu bug production. Tiga jendela.

Jam 2 siang, alert masuk. Cek log di Termius, buka DB client buat query, balik lagi ke terminal, buka SFTP buat ganti file. Bolak-balik terus — dan tiap pindah, kita harus ingat lagi: ini tadi server yang mana?

OObservation

Ganti-ganti tool itu sudah jadi rutinitas.

SSH client

Masuk server, baca log, restart service.

DB client

Query, cek data, kadang harus lewat tunnel manual.

SFTP / file manager

Upload, download, edit file konfigurasi.

Masing-masing punya daftar host, kredensial, dan "warna prod" sendiri-sendiri.

CConnection

Ini bukan soal "lebih praktis". Ini soal fokus dan salah konteks.

Fokus

Tiap pindah app, otak kita reload konteks. Waktu debug, itu mahal.

Risiko

Query yang harusnya ke staging, jalan di prod. Satu tab salah, satu hari jadi panjang.

IInsight · kata riset
~13×

pindah task per jam

Developer rata-rata cuma ~6 menit di satu task sebelum switch (studi observasi hari kerja developer — Meyer, Fritz, Murphy dkk.).

~17%

effort hilang

Developer yang pegang 2+ project menghabiskan rata-rata ~17% effort development untuk interupsi lintas project (Tregubov dkk., ICSSP 2017).

4×

lebih rawan context switching

JetBrains (24.534 developer): makin senior, tantangan bergeser ke koordinasi seperti context switching. Developer Eropa Timur & UK 4× lebih mungkin kesulitan dibanding Jepang.

Sumber: Meyer, Fritz, Murphy dkk., “Rethinking Productivity in Software Engineering” (bab tentang hari kerja developer) · Tregubov dkk., ICSSP 2017, ACM · JetBrains State of Developer Ecosystem 2025 · JetBrains Research Blog
AAgenda

Hari ini kita bahas:

  1. Demo fitur DBX
  2. Workflow harian tim
  3. Keamanan: prod, MCP, sudo
  4. Cara mulai & Q&A
LImpact · buat kamu

Yang kamu bawa pulang.

Satu app

DB, terminal, SFTP, tunnel — satu daftar koneksi.

Prod read-only

Koneksi prod dikunci baca saja. Tidak bisa dilebarkan lewat MCP/CLI.

Guard sudo

Perintah sudo & write dari AI tetap minta approval.

AI terkendali

MCP pakai policy pusat + allowlist koneksi.

01 · Apa itu DBX

100+ database. ~25 MB.

Client database open-source, cross-platform. MySQL, PostgreSQL, SQLite, Redis, MongoDB, DuckDB, SQL Server, Dameng, dan banyak lagi. Desktop, Docker, CLI — plus AI assistant & MCP Server bawaan.

28.166

GitHub stars (dicek live via GitHub API, 30 Okt 2026)

100+

database yang didukung

~25 MB

ukuran aplikasi

01 · Tampilan

Kayak gini wujudnya.

Screenshot resmi DBX: tampilan utama aplikasi
Gambar: aset resmi DBX (dbxio.com)
01 · Plugin SSH / Terminal

Selamat tinggal, tab Termius.

Terminal interaktif

SSH langsung dari app yang sama dengan DB.

SFTP

Browse, upload, download file di server.

Remote commands

Jalankan perintah tanpa buka sesi baru.

Screenshot DBX mode gelap
01 · SSH Tunnel

DB di private network? Tunnel di satu tempat.

Tunnel SSH bawaan per koneksi. Auth pakai key, password, atau SSH agent — dan bisa reuse ~/.ssh/config yang sudah ada.

Screenshot DBX mode terang
01 · MCP + AI Agent

AI boleh bantu. Tapi ada pagar.

Yang bisa dilakukan agent

Tool MCP seperti ssh_exec, ssh_exec_sudo, dan operasi SFTP — plus query database.

Pagarnya

Tool sudo/write butuh approval. Ada ceiling read-only untuk MCP. Koneksi read-only tidak bisa dilebarkan oleh MCP/CLI.

Settings → MCP · mode policy pusat:

Read onlyData read-writeFull access+ allowlist koneksi
02 · Contoh workflow tim (ilustrasi)

Satu bug, satu app.

  1. 01 · PROD

    Debug read-only

    Buka koneksi prod (read-only), cek data & log via terminal. Aman dari query nyasar.

    read-only
  2. 02 · STAGING

    Reproduksi & fix

    Pindah ke staging, uji query perbaikan dengan akses write.

    read-write
  3. 03 · DEPLOY

    Kirim file via SFTP

    Upload config/patch lewat SFTP, restart service dari terminal yang sama.

    SFTP + terminal

*Ini contoh alur kerja tim kita, bukan studi kasus resmi dari vendor.

03 · Keamanan

Lima aturan main.

1 · Prod = read-only

Set di level koneksi. MCP/CLI tidak bisa melebarkannya.

2 · Production protection

Nyalakan konfirmasi & prompt SQL berbahaya.

3 · Allowlist MCP

Hanya koneksi tertentu yang boleh disentuh agent.

4 · Jangan Full access di prod

Default-kan MCP ke Read only.

5 · Sudo tetap minta izin

Jangan biasakan asal approve. Baca dulu perintahnya.

Catatan

Jendela unlock sementara tidak berlaku untuk MCP/CLI.

04 · Cara mulai

Lima menit, selesai.

Download dari GitHub Releases, atau pakai package manager. Import host dari ~/.ssh/config, tandai prod sebagai read-only, done.

# macOS (Homebrew)
brew install --cask dbx

# Windows (Scoop)
scoop bucket add dbx https://github.com/t8y2/scoop-bucket
scoop install dbx

# CLI (Homebrew)
brew tap t8y2/tap && brew install dbx-cli
Penutup

Makasih.
Ada pertanyaan?

Pakai ← → untuk pindah slide